Halaman

Sabtu, 24 September 2011

mengenal diri


MAN ARAFAH NAFSAHUU BIL FANAI FAKADE ARAFAA RABBAHU BIL BAQAA
Artinya :  barang siapa yang mengenal dirinya yang fana’ maka ia akan mengenal penciptanya yang baqa’.

AL INSANU ZDIRRAA WA ANA SIRRUHUU
Artinya : Manusia itu adalah rahasiaku dan aku ini adalah rahasianya manusia.


WAHUA MA’AKUM AENAMA’AKUNTUM WALLAHU YAAMAA TA’MAALUNA BAZIROH
Artinya : Allah beserta kamu sekalian dimana saja kamu berada dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.

WANAHNU AKRABU ILAEHI MIN HABLIL WARIDII
Atinya :  Dan Allah terlebih hampir dari urat nadimu

MENGENAL ADANYA ASMA ALLAH SEBELUM ADANYA ALAM KUM

Tatkala bumi dan langit belum ada, aras dan kursi belum ada, surga dan neraka belum ada Allahpun belum dinamai Allah Taala dan pada waktu itu masih disebut “Nuk-Nuk”, menilik dirinya lalu disebut “Kunta” lalu ia menyebut dirinya Nur, kemudian disebut”Payakum” dan setelah itu lalu dinamai dirinya “ Alla Ta’ala” Kemudian sifat Allah dinamainya “Nur Muhammad” Nur Muhammad lalu berkata “Kutilik diriku siapakah Allah dan siapakah Hamba ?

> Allah Ta’ala    =  Akulah Tuhan
> Nur Muhammad = Akulah Tuhan
> Allah Ta’ala     = Jika engkau adalah Tuhan bersembunyilah dan aku akan mencarimu

Lalu Nur Muhammad  berdiri dan bersembunyi namun Allah Ta’ala bisa mendapatkan dirinya lalu

Nur Muhammad  : Jika engkau adalah Tuhan Bersembunyilah engkau, aku pula yang akan mencarimu.
Dan Allah Ta’ala pun bersembunyi di dalam tubuh Nur Muhammad sehingga Nur Muhammad tak mampu mendapatkannya.

Narimakkuaniro Nur Muhammad naakui makkada Allah Ta’ala iyyanaritu PuangAllahu Taala

Makkuaro rirampe rilaleng Koran makkada : Niga Puangmu.                  ( Alastubirabbikum), Nabiliwi Nur Muhammad makkada (Kalubala) Idi Puakku. Lalu Puangallataa’la makkada : (sahidallahu, Allahu lailaha  Illa ana) : Upattogengi aleku, de’gaga puang salewangna Aleku.
Nur Muhammad Makkada : (Sahadallahu Allahu lailaha  Illa Hua) ; Napattongangi alena , degaga Puang salewangna Allah.

Maka Nur Muhammad suju’ 5000 taung ettana, riwattuna tokkong pole suju’na, lalu ia sahir disebut  Adam yang berdiri mutlak seperti Alif. Dan kemudian  dinamai “Insan”
Jadi menurut Dalam syariat, Adam adalah manusia yang pertama dan tharekat adalah Hakekat.Hakikat adalah asma Allah, Ma’Rifat adalah Allah Ta’ala’
Jadi untuk mengenal Allah maka kenallah Adam yang zahir sebab didalamnya itulah Nur Muhammad caranya ialah :
Ø Hendaklah diketahui asal kejadiannya
Ø Hendaklah dimatikan diri sebelum mati
Rasulullah Bersabda : Anaa abuu laa arwahi wa adam abuual jasad (Aku ini adalah bapak sekalian roh dan Adam adalah bapak sekalian Jasad)
Bermula dari Manusia Roh namanya
Setelah masuk ke dalam batang tubuh maka nyawalah namanya
Tatkala berkehendak adalah hati namanya,
Tatkala berkeinginan adalah nafsu namanya
Dan tatkala percaya akan sesuatu adalah iman namanya
Dan tatkalah berbuat sesuatu adalah akal namanya.

Asal Manusia > Pendengaran      >  Penglihatan       > Pengrasa        >  Pencium
=Dal/Kaki/Magrib    =Mim/Pusat/Ashar   =Ha/dada/Duhur  =Alif/Kepala/subuh

Isyah meliputi seluruh raga (Lahir & batin) jadi kejadian diri itu adalah asalnya shalat. Tanpa adanya shalat maka diripun tidak ada sebab rukun shalat itu adalah 13 dan hal tersebut sesuai kejadian diri yang ada pada kita. Dari rukun 13 ini dalam diri kita di bagi menjadi 4 bagian :
1. Bapak
1.     Tulang
2.     Urat
3.     Otak
4.     Sum-sum
2. Ibu
1.     rambut
2.     Kulit
3.     Darah
4.     Daging
3, Muhammad
1.     Penglihatan=Jibril
2.     Pendengaran = Mikail
3.     Penciuman = Israfil
4.     Pengrasa  = Israil
4.  Hayyat (Nyawa)

Jadi proses kejadian manusia tak lepas diambil dan jadi bersama shalat dan kejadian shalat adalah sejalan dengan kejadian manusia. Jumlah 13 itulah tersimpul dalam rukun shalat yaitu :
Ø Perbuatan (Fi’lii) ada 5
Ø Lisan   (Qauli) ada 6
Ø Hati (Qalbhi) ada 2  
Jadi total 13 rukun

Sebelum manusia diciptakan  Allah masih bernama “NUK” terbit pada bapak “Nuk Allah”, namanya terbit pada ibu “Halqah” namanya menjadi darah “Ahmad” namanya menjadi daging “Muhammad” Namanya Bergerak-gerak”Insan”namanya dan setelah lahir ke dunia “Manusia” namanya.

Manusia Terdiri dari 4 “
Ø Tubuh  ;  Syariat
Ø Hati   ; Tarikat
Ø Nyawa ; Hakikat
Ø Rahasia ; Ma’Rifat

Dan Rahasia “Nur Muhamad” itulah sebenarnya diri sebab mengenal diri yang lahir ada 4 pula yaitu :
Ø Api = terbit pada bhatin berhuruf “Alif” bernama zat menjadi rahasia hurufnya darah pada kita
Ø Angin  = terbit pada bhatin berhuruf “Lam Awal” bernama  sifat menjadi nyawa, hurufnya sifat pada kita
Ø Air = Terbit pada bhatin berhuruf “Lam Akhir”  Bernama Asma menjadi hati hurufnya mani pada kita
Ø Tanah = terbit pada bhatin berhuruf “Ha” bernama Af’al menjadi kelakuan hurufnya tubuh pada kita

Tubuh Muhammad itulah yang bernama Alam insan menjadi Syariat
Hati Muhammad itulah yang bernama Alam Jisin yakni Tharikat
Nyawa Muhammad itulah yang bernama Alam Roh yakni Ma’rifat

WATAWAKKALUU, ALAA ALHAYYA ALLASYI LAA YAAMAUTU
(ARTINYA:Serahkanlah dirimu kepada Tuhanmu yang hidup tiada mati)

Maka keterangan mengESAkan & menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala adalah sebagi berikut :

Bhatin Muhammad :  Zat kepada Allah, rahasia kepada hamba
Awal Muhammad  : sifat kepada Allah, nyawa kepada hamba
Akhir Muhammad  :  Asma kepada Allah, hati kepada hamba
Lahir Muhammad  :  Akal kepada Allah, tubuh kepada hamba

Dalam sifat 20 diterangkan pula :
Ø Rahasia Muhammad : adalah keZahiran (5)
-         Ujud
-         Qidam
-         Baqa
-         Muhalafatul lil hawaid
-         Qiyamumu Ala Binafsihi
Ø Nyawa Muhammad  : ialah kezahiran (6)
-         Sama’
-         Bashar
-         Qalam
-         Sami’un
-         Bashiru
-         Mutakallim
Ø Hati Muhammad : ialah kezahiran (4)
-         Qudrat
-         Ridat
-         Ilmu
-         Hayyat
Ø Tubuh Muhammad : ialah kezahiran (5)
-         Muni’um
-         Muridun
-         Wahdaniyyat
-         Mu’imum
-         Hayyun
Jadi kita yang lahir itu terbit pada bayang-bayang kita yang bathin berhuruf dan berkalimat “ALLAH” maka untuk mengenal diri kita yang bhatin ialah : “Antal mauutu Qablal Mautu”
CARANYA :
        >   Alif  :   Allahu ssamawati wal ard
        >   Lam (awal) : Lillahi ssamawati wal ard
        >   Lam(Akhir) ; Allahu ssamawati wal ard
        >   Ha    :  Huwallahu wal akhiru wal dzahiru wal bathinu

Jadi kalau diri kita yang bathin itu sudah fana (Lupa dirinya) maka nyatalah dalam diri kita yang bathin itu jugalah Muhammad yang mempunyai Tubuh, Hati, Nyawa & Rahasia.


Min adameng Ila wujuden wa min wujuden  ila adamen= Dari tiada menjadi ada daripada ada kembali menjadi ada

Dan adapun Muhammad itu adalah hamba artiya ilmunya rahasianya oleh Allah Ta’ala Karena :
Allah : adalah nama bagi zat yang wajibal ujud dan mutlak yakni bhatin Muhammad.
Ta’ala :  adalah nama bagi sifat yakni zikir Muhammad
Jadi bathin dan dzikir Muhammad itulah yang bernama “Allah Ta’ala”

Dan adapun yang terkandung dalam 4 sifat yaitu :
Ø Nafsiah  ;  Nyawa pada kita
Ø Salbiah  :  Kulit, urat, Tulang, Daging, dan darah
Ø Mani  : Hati,Jantung, Limpah, Paru-paru, Empedu dan rambut
Ø Ma”nawiah : Otak, sum-sum, pendengar, penglihat, pencium, perasa.
Apabila telah lenyap (Fana) sifatnya hamba maka nyatalah sifat Allah dan apabila fana sifat Allah  maka nyatalah Allah inilah yang disebut :

Alfanai fi wallahi wahdatul wujudi lahau juudi illallah = atau tidak ada ujud hanyalah Allah karena lenyapnya rahasia kepada yang punya rahasia atau lenyapnya sifat kepada zatnya.

Maka orang yang demikian itulah yang sampai kepada Allah inilah yang dimaksud dalam Hadis Qudsi :

Iz ahbabtu aedii ahadatuhu fa iza  ahadatuhu  hafidtztuu=Apabila aku cinta pada hambaku maka aku akan ambil dia dan apabila aku mengambilnya maka aku ini adalah gantinya.

O   ß-------------------------à     O  ß----------------------------à 1
Lenyapnya nafas          Turunnya Nafas                    Naiknya Nafas


                                           1     I      i
                                       Bersatunya Nafas


SEMBAHYANG

Adapun sembahyang 5 waktu adalah keluar dari kalimat “Alhamdu” sebab itu adalah kepada Al – Qur’an
Sembayang itu adalah “AHMAD” yang bersembahyang adalah “MUHAMMAD’ yang menyetujuinya sembahyang adalah “ALLAHUSSAMAD”

Ø Qiblat tubuh adalah Af’al Allah
Ø Qiblat hati adalah Asma Allah
Ø Qiblat Nyawa adalah sifat Allah
Ø Qiblat Rahasia adalah Zat Allah

  • Zat Allah adalah Nafsiah pada Muhammad rahasia pada Adam
  • Sifat Allah adalah Sulbia pada Muhammad Nyawa pada Adam
  • Asma Allah adalah Mani pada Muhammad hati pada Adam
  • Af’al Allah adalah Ma’nawiah pada Muhammad Tubuh pada Adam

Ha  = Af’al      -  Waddi     =  Tubuh   - Syariat
Lam   =  Asma   -  Maddi  =  Hati    - Tarikat
Lam   =  Sifat    -  Maddi   =  Nyawa  = Hakikat
Alif   = Dzat   = Manika  =  Rahasia  = Ma’rifat

Sembahyang 5 waktu  itu adalah
Ø Dhuhur  :  itu keluar dari huruf “ALIF” yaitu 4 rakaat keluar dari cahaya menikam yang kuning hurufnya cahaya itu pada paru-paru yang ada pada kita
Ø Ashar      :   Keluar dari huruf “LAM” yaitu 4 rakaan keluar dari cahaya menikam yang merah hurufnya cahaya itu pada jantung yang ada pada kita
Ø Magrib    :  Keluar dari huruf  “HA” yaitu 3 rakaat keluar dari cahaya menikam  yang hijau hurufnya cahaya itu pada empedu yang ada pada kita
Ø Isyah   :  Keluar dari huruf “MIM” yaitu 4 rakaat keluar dari cahaya menikam yang hitam hurufnya cahaya itu pada limpah yang ada pada kita
Ø Subuh   :  Keluar dari huruf “ DAL” yaitu 2 rakaat keluar dari cahaya  menikam yang putih  hurufnya hati yang ada pada kita

RASULULLAH menjawab pertanyaan Ummat bahwa shalat itu asalnya dari namaku “AHMAD’

Ø ALIF  =  Martabatnya api
Ø Ha     =  Martabatnya anging
Ø MIM  =  Martabatnya air
Ø Dal    =  Martabatnya tanah

PERPINDAHAN KEDUDUKAN NYAWA DI TIAP WAKTU

Ø Subuh :  berada di sulbiah nabi adam warnanya putih
Ø Dhuhur = berada di pusat nabinya Ibrahim warnanya kuning
Ø Ashar  :   berada dijantung nabinya Yunus warnanya merah
Ø Magrib   ;  Berada di dada nabinya Musa warnanya biru
Ø Isya     ;   Berada di otak nabinya Isa warnanya hitam

KEDUDUKAN NYAWA DI TIAP WAKTU
Ø Shubuh ;  pada sulbiah hurufnya Alif yaitu zat dan sifat
Ø Dhuhur  ; pada pusat hurufnya, Lam yaitu 2 mata & 2 telinga
Ø Ashar  ; pada hati hurufnya  : Ha yaitu 2 tangan & 2 kaki
Ø Magrib   ;  pada dada hurufnya  MIM yaitu 2 hidung & 1 mulut
Ø Isya   ; pada otak hurufnya  Dal yaitu darah, daging, urat & tulang

BACAAN SEBELUM TAKBIRATUL IHRAM (Niat sembahayang)
Baetullahi, raenallahi, ma’rifatullahi
Caranya sebagai berikut :

Ø Syariat (hati)  :Af,al diri terpektisa : Ilmu yakin
Ø Tarikat ( Hati)   ;  Asma, diri diperikasa  :  Ainul Yakin
Ø Hakiakt (Nyawa)  ; Asma, diri diperikas : Hakkul yakin
Ø Ma’rifat  ; Zat, diri ajalli  ; Hamalul yakin


YANG EMPAT TERHIMPUN DALAM “LAILAHA ILLALAH”
         >   La   : syariat (tubuh) adalah perbuatanku (Jalla)   
         >  Ilaha  : tarikat (Hati) adalah kelakuannku(Jamal)
         >   Illa  : hakikat ( nyawa) adalah kediamanku (Qahhar)
          > Allah  ; Ma’rifat (rahasia) adalah kediamanku (Hayyat)




KALIMAT RAHASIA
Hu   :  Puji nyawa zikir naik, nyawa masuk
Allah   ; Puji roh sikir waktu, nyawa keluar

Zikir kepada Allah  “  LAILAHA ILLALLAH”
            >    Zikir tubuh ( Syariat)   =  Lailaha Illallah
            >     Zikir Hati   (Tharikat) = Allah-Allah
            >     Zikir nyawa  ( Hakikat)  =   Hua-hua
            >     Zikir rahasia ( Ma’rifat)  =   Ah-ah
            *      Zikir syariat  = Lailaha illallah
            *      Zikir sifat     = Allah-Allah
            *      Zikir Insan   =  Huallah
            *      Zikir Sirr =   Hua-hua
            *      Zikir Ma’rifat    =   Alaa
            *      Zikir rahasia   =   Haq-haq
            *      Zikir Kerahmatullah   =    Ah –ah

ALAM GHAIB
-   Roh    ; adalah nafas bagi diri
-   Arast   :  adalah ilmu (sifat) bagi diri
-   Kurshi     ;   adalah hati bagi diri
-   Sorga    :    adalah iman bagi diri
-   Neraka   :   adalah nafsu bagi kita
-    Lauhimahfuds     :  adalah akal bagi diri
-    Alam nyata   :   adalah perkataan bagi diri








ALLAH
Alif    ;     Dzat   kepada Allah
                 Sirr kepada Nabi
                 Rahasia kepada kita

Lam Awal  
-         Sifat kepada Allah
-         Nur kepada Nabi
-         Roh kepada kita

Lam Akhir
-         Asma kepada Allah
-         Nama  kepada nabi
-         Hati kepada kita

Hu
-         Af’al kepada Allah
-         Perbuatan kepada Nabi
-         Kelakuan kepada kita

Mematikan diri sebelum  mati seperti dalam AL-Qur’an :
                Muutuu qabla anta muutuu 

Atau dalam sifat Tuhan
-         La qadirun
-         Wala Muridun
-         Wala Alimun
-         Wala Hayyun
-         Wala Sami’un
-         Wala Mutakallimun

Kesemuanya itu terhimpun dalam kalimat :
LAAHAULAWALAAKUWATA ILLAA BILLAA=Tiada Tuhan yang kuasa segalanya selain Allahu Ta’ala

“Bermula Adam itu adalah Dosa dan apabila tiada dosa maka tiadalah sempurna mengenal Dzat Allah “

JIZMUL INSANU NAFSAHU WAQALBUHU WARUHU WAZAUHU WABASRAHU WABARAHU  WARAJLUHU WAKULLU DZALIKA ASRAA
Artinya : Tubuh manusia itu, nafas dan hatinya dan nyawanya dan pendengarannya dan penglihatannya dan tangan serta kakinya sekalian itu adalah bekas diriku, jadi dirinya itu tiada lain akulah dari padanya, hendaklah engkau perhatikan dan ketahui tiap-tiap sesuatu dari alam semesta itu serta Allahlah didalamnya.

Sabda Rasulullah :
Man tashra syaeang mayarallahu fiihi kaana nasrahu batilan = Barang siapa memperhatikan sesuatu dan tiada dilihat Allah didalamnya maka penglihatannya itu batal (sia-sia).

Sebab Allah Ta’ala tiada bercerai dan tiada terhimpun, tiada jauh dan tiada dekat yaitu maksudnya sangat mesra.

“QADIM’  ;  Martabat Ketuhanan ada macam sebutannya yakni ;
-         Akhdat  ;  Zat Allah
-         Wahidat    ;   Sifat Allah
-         Wahidin  ;  Azma Allah



“MUHADASt’   ; Martabat kehambaan ada 4 macam alam yakni “:
-         alam roh
-         Alam misal
-         Alam Djisin
-         Alam insane
-          
Bermula Martabat kehambaan yang 4 macam itu dan martabat Ketuhanan yang 3 macam  itu juga tapi tiada mengenal karena adalah martabat yang empat (Muhadast) adalah nyata  bayang-bayang martabat yang tiga  (QADIM) itu juga, maka bayang-bayang itu tinggalnya dan cerainya dengan bayang-bayang masih ujud, hakikat rupa kita itulah kita kembalikan kepada empunya rupa dan hakikat rupa kita itu pulalah yang diakui Allah (rahasia)

Rupa Allah itu rupa kita dan hakikat zat rupa itulah Allah yang ujud yang muhdiaf dan sebenarnya diri adalah nyawa, itulah hamba dan Tuhan itulah yang kita perwujudi segala yang ada di alam nyata ini besar ataupun kecil dan sebagainya.

Pandang zahir ataupun batin dan yang sebenarnya rupa itulah yang tiada bertulang dan tiada berdaging dan sungguh itu berbagai dan berwarna hanyalah Esa, juga Ma’rifat kita hilanglah penglihatan yang zahir itu hanyalah penglihatan yang bathin juga rupa yang Esa inilah pengakuan kita yang kita wajib ketahui supaya jangan Syirik ataupun Kafir.

BERPISAHNYA TUBUH, HATI, NYAWA DAN RAHASIA
  • Gerak yang pertama dari ujung sulbhiah  naik ke atas kepala terus ke telinga bunyinya terlalu rasanya, itulah Malaikat Jibril memberi tanda gerak karena Jibril suatu cahaya keluar dari pada mulut insan ketika kita mengucapkan “ YA HUA “ ini terjadi tatkala 40 hari masih di dunia.
  • Yang keluar dari pada mata rupanya amat elok bercahaya dengan pakaian hijau maka berdiri seketika itu malaikat Israil dengan mengucapkan “HAQQUL HAQ” ini terjadi tatkala 7 hari masih di dunia
  • Gerak yang ketiga cahaya amat putih besar seluruh rupa dan tubunhya, juga harum laksana minyak wangi/kesturi, tatkala itu mengucapkan “AKULAH MUAMMAD” sudah mau menjemput

ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIEN
Kemudian mengucapkan :  ALASTU HIDAYATULLAH
Maka kita Wajib menjawab : RABBANA ARNIAL HAQQUU

JAWAB DENGAN HATI NURUNI

Ø Sudah kenalkah diri anda, sudah kenalkah tuhan anda, bagimana hubungan anda dengan tuhan anda ?
Ø Sajian ini hanya pengantar untuk kalangan keluarga semua, selanjutnya anda mengenal sendiri,  karena yang tahu  hanya anda dengan tuhan dan Allah dan Manuasia saja yang merahasiakan,

WebRepOverall rating